Menelisik bangunan kuno di Komplek Candi Arjuna Dieng

Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng tidak hanya kaya akan pemandangan alamnya saja, akan tetapi juga banyak terdapat peninggalan-peninggalan sejarah kuno berupa candi-candi Dieng yang masih ada di dalam abad ini. Lebih dari 24 abad, candi kuno di komplek Candi Arjuna masih utuh dan masih bisa dikagumi oleh para wisatawan. Tidak hanya wisatawan dalam negeri saja yang mengagumi bangunan candi di Komplek Candi Arjuna ini, wisatawan asing yang kebanyakan mereka berasal dari Belanda dan Jerman juga senang menelisik bangunan kuno di Kompek Candi Arjuna Dieng yang konon telah dibangun sejak abad ke 7.
candi arjuna dieng

Candi Arjuna Dieng

Menelisik bangunan bersejarah di Komplek Candi Arjuna Dieng memang mejadi perjalanan wisata yang menyenangkan. Dibalik sejarah kuno ini juga tersimpan pemandangan alam disekitar yang luar biasa dan akan membuat setiap pengunjung tidak enggan mengunjungi bangunan candi kuno ini karena pemandangan alam sekitar Komplek Candi Arjuna juga menampakkan kecantikanny. Komplek Candi Arjuna atau Candi Dieng merupakan bangunan candi beraliran Hindu dan telah tercatat sebagai candi Hindu tertua di Pulau Jawa yang bisa di saksikan dari model atau jenis bangunan candi yang masih terlihat sangat sederhana tanpa ornamen - ornamen khusus seperti yang ada di dalam Candi Prambanan Jogja. Bebatuan yang digunakan untuk membangun candi di Komplek Candi Arjuna berjenis batu Andesit yang diambil dari pegunungan sekitar area Plateau Dieng yaitu Gunung Pakuwojo.

Candi Dieng di bagi dalam beberapa komplek Candi. Di kawasan Komplek Candi Arjuna terdiri dari 2 deret candi, masing-masing menghadap ke arah barat dan ke arah timur. Bagian candi yang menghadap ke arah barat diantaranya Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Sedangkan bagian candi yang menghadap ke arah timur ialah Candi Semar, candi Semar memiliki bentuk berbeda dengan ke empat candi yang menghadap ke barat karena bentuknya lebih pipih dan bagian atasnya rata. Ke lima candi tersebut terletak di pusat dataran tinggi Dieng atau Plateau Dieng yang menjadi daya tarik utama wisata Dieng.

Panorama yang disajikan di area komplek candi arjuna sangatlah luar biasa. Setiap moment memiliki pemandangan yang berbeda baik pagi, siang ataupun menjelang petang. Ketika pagi hari sebelum matahari terbit sekitar pukul 05.00 hingga pukul 05.30 landscape menawan akan di dapati para wisatawan. Lihatlah komplek Candi Arjuna dari kejauhan pada spot yang lebih tinggi. Awan melankolis seperti benang-benang sutera membentuk garis seperti selendang-selendang bidadari melayang menyelimuti puncak-puncak padma candi. Datanglah pada musim panas, wisatawan akan mendapati kristal-kristal es bak salju terhampar luas di seputaran Komplek Candi Arjuna dengan suhu hingga minus empat derajad celcius sedingin musim salju di Eropa.

Di area komplek Candi Arjuna Dieng sebuah mahakarya nenek moyang yang dibangun pada abad ke tujuh, para pelancong juga bisa menikmati hangatnya sang mentari bagi yang mulai muncul dari balik Gunung Prau dengan cahaya perak atau sering disebut-sebut sebagai silver sunrise Dieng. Memahami arstektur bangunan candi di kawasan pegunungan seperti Dieng merupakan hal yang tidak membosankan dan membuat siapa saja tergagum menghayati menghayati karya Tuhan ini.

Komplek candi Arjuna Dieng merupakan tempat paling favorit sehingga menjadi tempat primadona para pelancong untuk menghabiskan waktu liburan ke Dieng Plateau. Di lahan yang luas, ke lima candi Dieng ini berdiri kokoh menyambut kedatangan semua wisatawan. Disinilah mereka akan mengagumi karya yang dibangun 24 abad silam bersama rekan atau keluarga tercinta menghirup udara segar pegunungan yang masih perawan serta jauh dari kebisingan yang menjadikan tempat ini cocok untuk bersantai di pagi, siang atau senja.

Lokasi Candi Arjuna dan Harga Tiket Masuk

Lokasi komplek candi Arjuna Dieng berada pada titik strategis. Tepatnya di Desa Dieng Kulon, kabupaten Banjarnegara. Areanya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan angkutan umum (mikro bus). Dari jalan raya utama hanya 100 meter hingga penarikan tiket masuk candi. Pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 / 1 orang (wisatawan domestik) untuk sekali masuk dan Rp 30.000 / 1 orang (wisatawan mancanegara).

Berita dan Artikel